Mengejar ketertinggalan Dengan Amal

Mengejar ketertinggalan Dengan Amal

Selasa, 26 Februari 2019, 13:57

Beberapa Negara Barat Terutama Eropa Timur termasuk  Cina serta Jepang dalam pengembangan teknologi menjadi negara-negara terdepan.

Sebaliknya sisa negara-negara di dunia  mayoritas  menjadi pemakai atau konsumen dari keberadaan penemuan pengembangan ilmu dan teknologi.

Masa silam ilmu pengetahuan sangat luar biasa menentukan kejayaan Islam pada saat itu, namun seiring zaman umat Islam di dunia masih dalam kondisi comfort zone sehingga masih menjadi konsumen terbesar keberadaan teknologi.

Sangat jelas Islam memandang bagi orang penemu (inovasi) dan pengembangqn teknologi serta ilmu pengetahuan (kreatifitas) Beberapa ayat-ayat dalam Al Quran salah satu artinya adalah:
Niscaya Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Maha teliti apa yang kamu kerjakan (surah Mujadalah 11).

Dalam hadist dikatakan artinya : jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara (yaitu) amal jariyah, ilmu dan anak sholeh." (HR Muslim no 1631).

Sejarah nusantara telah membuktikan dari seorang yang bernama K.H. Ahmad Dahlan seperti yang pernah disampaikan Robert W Helmer, kompas, 6 April 2005 *"hingga sekarang pun tidak ada yang mampu menyamai pencapaian luar biasa Muhammadiyah yang digagas Ahmad Dahlan"

Muhammadiyah telah membuktikannya dengan memiliki ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Inilah yang seharusnya menjadi gerakan nasional dengan melihat contoh Muhammadiyah yang telah memberikan contoh nyata dalam kemandirian organisasi secara nasional. Menurut penulis kata kuncinya adalah "Taawun".

Taawun dapat berarti Tolong menolong Sebagaimana disebut dalam Alqur'an Dan tolong menolonglah dalam kebajikan  dan takwa jangan tolong menolonglah dalam perbuatan dosa dan permusuhan ... (surat Al Maidah 2)*

Muhammadiyah telah menjadi pelopor, bagaimana dengan unsur komponen lain di dalam bangsa ini? Jawabannya ada pada diri anda sendiri mau atau tidak ber *taawun*?

Kita pernah memiliki salah satu putera bangsa terbaik dimana penemuannya di bidang pesawat terbang telah diakui dunia yang dikenal dengan "krack progession".

Indonesia masih sangat kurang orang seperti Prof DR B. J Habibi, kaderisasi untuk 1000, 10.000 bahkan sampai dengan 1.000.000 orang masih kurang jika Indonesia ingin mengejar ketertinggalan di bidang teknologi

Dengan prinsip Amalmu adalah Amal Jariyah Ilmu yang kita perbuat

Mudah-mudahan bangsa ini mampu mengejar ketinggalan dengan bangsa lain dalam teknologi dan ilmu pengetahuan sertakkb memberikan kemashlahatan bagi umat. Aaamiiin Yra

Jakarta, 26 Pebruari 2019

Penulis : Deni Nuryadi Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEB ) UHAMKA 

TerPopuler