Mobile Menu

navigasi

More News

Pecat Tim komunikasi Jokowi karena Ceroboh dan Tidak Bermoral

20:41
Hendri Kurniawan

Suara.id -Presiden dalam konteks ini salah dan salah. Karena dia mengatakan dalam konteks mudik perayaan idul fitri oleh umat Islam. Tidak bisa dengan mudah dikaitkan dengan umat yang lain, karena konteksnya tidak ada. Secara obyektif melihat konteks, pernyataan itu disampaikan jelas terkait larangan mudik dan Idul fitri. Hal ini disampaikan Hendri Kurniawan Koordinator Relawan Merah Hati Tim Sukses Jokowi- Ma'ruf Amien Pada Pilpres 2019 Sebagaimana diterima Redaksi Suara. Id  Pada Sabtu (08/05) Melalui Siaran Pers Elektronik. 

Lebih Lanjut Hendri Menyampaikan Bahwa Blunder penyebutan Bipang jelas dugaan “buruknya” tim komunikasi istana yang tidak memahami perasaan umat Islam yang sedang menikmati ibadah puasa jelang lebaran. Bahkan endorse Bipang dalam konteks kulineran Idul Fitri masuk konteks hoax karena setiap muslim pasti memahami Babi itu haram Bagi Umat Islam. 

Sebaiknya Presiden dan timnya lebih ketat dan selektif dalam berkata kata dan beracara di tengah banyak kontroversi kebijakan pemerintah. Karena ujungnya memunculkan kritik dan kegaduhan saja Dugaaan ketidakcermatan yang berulang harusnya menjadi catatan, dalam ranah hukum misalnya sudah tandatangan tetapi blm membaca, tidak tanda tangan UU KPK tapi banyak menandatangani aturan pelaksanaannya, terakhir kali yg viral penyebutan menu Bipang ambawang mau diklarifikasi bagaiamanapun juga dengan  Bawa-Bawa jipang Pasuruan tetap menambah blunder.Sambungnya

 Oleh karena itu Kami atas Tim Relawan Jokowi Amin mendesak Presiden untuk, "Pecat Tim Pembuatan Teks Pidato Jokowi karena sudah ceroboh dan tidak bermoral karena Sudah membuat  teks pidato Publik yang merusak citra Jokowi Selaku Presiden yang Sedang Giatnya Bekerja memperbaiki Kondisi di Masa Pandemi Covid 19.Pungkasnya

Komentar 0