UHAMKA Melakukan kunjungan ke pusat Persatuan Muhammadiyah Singapura

UHAMKA Melakukan kunjungan ke pusat Persatuan Muhammadiyah Singapura

Sabtu, 23 Februari 2019, 07:23

 UHAMKA Melakukan kunjungan ke  pusat Persatuan Muhammadiyah Singapura di Singapura,  kegiatan ini merupakan rangkaian Kuliah Kerja Lapangan Internasional  (KKLI)  Program studi Pendidikan Ekonomi FKIP UHAMKA yang dilaksanan dari  tanggal 18 Februari hingga  22 Februari 2019 melintasi Malaysia, Singapura. FKIP UHAMKA mengutus  Wakil Dekan 1 dan Wakil Dekan 2 serta  Kaprodi dan Sekprodi Pendidikan Ekonomi dan Dosen Pendamping.   kegiatan ini diikuti oleh 82 mahasiswa dan dibimbing oleh 7 orang Dosen yang Pimpin oleh  Prof. Dr. Abd. Majid Latief, MM., M.Pd.

Saat mengunjungi Persatuan Muhammadiyah Singapura  Tim dari UHAMKA diterima oleh Dekan Muhammadiyah Islamic College atau Kolej Islam Muhammadiyah Dr. Saifullah Amin, Lc.Dalam sambutannya  iya menyampaikan bahwa warga beragama memiliki kebebasan untuk menjalankan agamanya di negara kota ini. Sehingga menjadi muslim yang berbahagia. Untuk berkembang disini, Muhammadiyah mengadakan kegiatan yang bersinergi dengan pemerintah, serta memberikan pelayanan yang terkait dengan permasalahn riil, misalnya masalah penduduk berusia senja. Persatuan Muhammadiyah Singapura melakukan pelayanan tanpa membedakan ras ataupun agama. ungkapnya

Pada kunjungan ini juga dijajaki kerjasama antara MIC dengan UHAMKA untuk kegiatan pertukaran mahasiswa maupun dosen sesuai kebutuhan kedua belah pihak. Persatuan Muhammadiyah Singapura  memiliki cita-cita yang sama dengan Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia . Lanjutnya


Sebelumnya Kuliah Kerja Lapangan Internasional FKIP UHAMKA mengunjungi  Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, (SIKL), lembaga pendidikan ini  merupakan sekolah khusus untuk siswa dari warga Indonesia di Malaysia, khususnya di Kuala Lumpur, dari jenjang dasar sampai menengah. Selain itu, disini juga menjadi lokasi  bagi perkuliahan daring (dalam jaringan) program Universitas Terbuka Indonesia.

Rombongan UHAMKA diterima oleh Marwata, M.Pd.pimpinan sekolah dan  menjelaskan tentang  kurikulum yang digunakan yang mengikuti Kurikulum Indonesia, dengan beberapa inovasi yang sesuai dengan tempatan. Sebagai sekolah di kedutaan, rotasi siswa cukup sering, karena mengikuti tugas orangtuanya. Sekolah ini memiliki satu kepala sekolah dengan jenjang dari SD sampai SMA, oleh karena itu para guru disini harus mampu mengajar level yang berbeda beda. ungkapnya

TerPopuler